Latar Belakang dan Sejarah

Latar Belakang Berdirinya Yayasan Wahana Bakti Sejahtera

BITS SUTRASNO seorang pejuang kemerdekaan yang berjuang melawan penjajahan sejak jaman kolonial Belanda hingga Jepang. BELIAU memperjuangkan kemerdekaan karena merupakan pintu  masuk menuju kesetaraan hak berbangsa, keadilan dan kesejahteraan. Beliau masih pelajar sehingga bergabung di Brigade 17 Tentara Pelajar.

Selepas perang kemerdekaan, ada tugas yang tidak kalah berat yaitu membangun negara, menjalankan perusahaan. Patriotisme pejuang tetap dijalankan yaitu menghidari adanya korupsi yang mencemari negara.  Dengan kesederhanaan, ia mendidik anak – anaknya untuk bersikap mandiri, prosedural, tidak korup, kratif mencari peluang halal, sederhana dan menyukai mengabdi pada kemanusiaan.

Walau hanya sebagai sesepuh di kampung Sarimulya, Semarang bagian utara, ia melayani masyarakat dengan kasih sayang. Dalam kesederhanaan dan ketidk mampuan melayani masyarakat dengan harta, ia berikan kasih sayang, pelayanan kepada masyarkat. Bahkan menjelang kematiannya, yang tidak mewariskan harta berharga bagi anak – anaknya, diwariskan terakhir pelajaran mengabdi masyarakat dengan memberikan bola matanya untuk didonorkan pada orang yang memerlukan. Ini merupakan pelajaran bagaimana mengabdi pada rakyat dengan cinta dan nurani paling dalam. Memang pada dasarnya rakyat lebih memerlukan cinta dan kasih sayang. Dengan cinta dan kasih sayang itulah naluri berkhianat seperti korupsi, mengambil hak rakyat dll tidak akan muncul.

KARSILAH, adalah seorang wanita yang tidak pernah sekolah formal. Hingga akhir hayatnya ia tidak bisa membaca. Akan tetapi dengan kesederhanaan dan kegigihan sebagai pedangang kecil, ia kumpulkan potensi hingga menjadi salah satu pedagang yang sukses. Walau tidak membaca, kemampuan matematisnya  luar biasa sehingga warungnya yang sederhana berubah menjadi toko utama di kecamatan. Keterbatasannya tidak menghalangi kesuksesannya menjadi pedagang antar pulau. Walaupun menjadi pengusahan yang sukses, Karsilah adalah wanita desa sederhana yang tidak pernah kehilangan semangat kerjanya hingga akhir hayat. Sebagai wanita yang sukses tetap meletakkan dirinya sebagai wanita, istri yang melayani suami dengan kesabaran, kehormatan dan pengabdian.

Kedua orang di atas menjadi inspirasi bagi Dr. H. Budi Laksono, MHSc untuk meneruskan pejuangan beliau di atas. Mengabdi rakyat tidak harus pertama dengan materi, cinta adalah inti pengabdian itu sendiri.  Kewirausahaan bisa dilakakukan oleh setiap orang di tiap level. Kesederhanaan adalah dasar kemampuan mengabdi. Dari dasar itulah dibentuk YAYASAN WAHANA BAKTI SEJAHTERA dengan akte notaris Soetomo Soeprapto, SH pada tanggal 12 Januari 1990.

Yayasan melayani rakyat dalam bidang Kesehatan dan pendidikan. Pelayanan pertama adalah Klinik Medis 24 Jam Budi Husada di Jl. Raden Patah 248 Semarang. Dengan konsep pelayanan pada masyarakat kecil, maka dalam waktu singkat menjadi rujukan utama masyarakat Kaligawe yang secara rata- rata ekonomi lemah menyandarkan pelayanan kesehatan komprehensifnya.

Pelayanan berkembang sesuai dengan perkembangan waktu dan pembinaan dari Dr. Budi laksono, yang makin punya waktu sepulang dari Tugas di Pekalongan ke Semarang. Dengan pendidikan master bidang kesehatan reproduksinya, maka pelayanan Kespro berkembang sangat cepat, bahkan sepulang dari pendidikan community base caare and prevention hiv/aids di Chiang may, maka pada tanggal 1 desember 2002 didirikan BUDI HUSADA HARM REDUCTION. Biro ini merupakan salah satu bagian dari pelayanan Yayasan yg penting.